PENDIDIKAN AKHLAK IMAM AL-GHAZALI DAN SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (STUDI KOMPARATIF KITAB BIDAYATU AL-HIDAYAH DAN KITAB NASHAIHU AL-JAILANI)

MUSTOFA, 20200890101041 (2024) PENDIDIKAN AKHLAK IMAM AL-GHAZALI DAN SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (STUDI KOMPARATIF KITAB BIDAYATU AL-HIDAYAH DAN KITAB NASHAIHU AL-JAILANI). Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of 3. ABSTRAK B.INDONESIA Dan INGGRIS.pdf] Text
3. ABSTRAK B.INDONESIA Dan INGGRIS.pdf

Download (301kB)
[thumbnail of 6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf] Text
6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (528kB)
[thumbnail of FULL TEXT _S.1_TARBIYAH_PENDIDIKAN AGAMA ISLAM_20200890101041_MUSTOFA..pdf] Text
FULL TEXT _S.1_TARBIYAH_PENDIDIKAN AGAMA ISLAM_20200890101041_MUSTOFA..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Bidayatu al-Hidayah, Kitab Nashoihu al-Jailani

Pendidikan akhak adalah suatu hal yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan akhlak tidak lain tujuannya agar seseorang mengetahui dan membedakan mana yang baik mana yang buruk, serta melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. Melihat dari permasalahan yang sedang ramai sampai saat ini (penurunan akhlak). Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab dikarangnya Bidayatu al-Hidayah karya Imam Al-Ghazali dan Kitab Nashoihu al-Jailani karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang mana dalam kitab tersebut berisikan nasihat-nasihat yang pembahasanya mudah diterima baik dikalangan remaja atau orang tua. Mereka keduanya memberi pedoman kepada setiap muslim guna mewujudkan individu yang baik dalam pandangan Allah dan pandangan manusia, individu yang memiliki akhlak (adab) yang baik, dan individu yang bisa memanusiakan manusia dalam kitab tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pendapat Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani terkait pendidikan akhlak dalam Kitab Bidayatu al-Hidayah dan Kitab Nashoihu al-Jailani (2) Apa perbedaan dan persamaan pendapat Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani terkait pendidikan akhlak dalam Kitab Bidayatu al-Hidayah dan Kitab Nashoihu al-Jailani (3) Apa relevansinya pendapat Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani terkait pendidikan akhlak dengan pendidikan yang ada di Indonesia.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang berjenis studi kepustakaan library research. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatu al-Hidayah, dan pemikiran Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Nashoihu al-Jailani. Adapun teknik pengumpulan datanya ialah: (1) Membaca Kitab Bidayatu al-Hidayah dan Nashoihu al-Jailani (2) Menelusuri dan mengumpulkan refrensi pendukung (3) Mempelajari dan mengetahui kajian yang ada di dalam kitab yang menjadi sumber primer maupun sekunder.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dunia pendidikan tidaklah cukup dengan hanya transfer ilmu saja. Namun seharusnya memperhatikan akhlak-akhlak seorang murid. Karena pengembangan akhlak sangat penting dan memberikan pengaruh besar terhadap dirinya sendiri dan orang-orang disekitar. Adapun kesimpulan dari masalah-masalah dalam penelitian ini adalah, (1) Pendidikan Imam Ghazali diantaranya: Hendaknya seorang murid dalam kesehariannya selalu merasa diawasi oleh Allah, baik ketika akan bicara, bergerak, bahkan saat diam. Adapun pendidikan akhlak Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Selalu intropeksi diri, dan menjaga hati dari penyakit-penyakit hati, diantaranya hasud, riya, ujub. (2) Terdapat perbedaan dan persamaan mengenai pendidikan akhlak menurut kedua tokoh. Perbedaanya ialah: Imam Al-Ghazali Lebih menekankan sikap komunikatif dan demokratis. Seperti: memberikan keluasan tempat duduk, saling meringankan beban, saling menghormati dan mengahrgai. Sedangkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Lebih menekan sikap religius dan pembersihan diri.Seperti contoh: taat pada perintah Allah, tidak mudah berprasangka buruk, tidak hasud, ujub, dan riya’, intropeksi diri, selalu sabar ketika mendapatkan ujian dari Allah, dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat dari-Nya. Adapun persamaanya ialah: Sama-sama membahas akhlak yang mulia. (3) Pada dasarnya semua nilai pendidikan akhlak yang disebutkan dan yang ditawarkan oleh Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, sesuai dengan pendidikan yang ada di Indonesia, yakni pada kurikulum pendidikan karakter. Diantaranya: Sikap religius, jujur, toleran, religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif atau bersahabat, dan cinta damai.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Akhlak
Pendidikan > Pendidikan Karakter
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Pustakawan UNKAFA
Date Deposited: 19 Dec 2024 03:09
Last Modified: 19 Dec 2024 03:09
URI: https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/85

Actions (login required)

View Item
View Item