PUTUSAN NOMOR 1426/Pdt.G/2016/PA.GS TENTANG PERCERAIAN YANG DIPICU OLEH PERSELINGKUHAN DI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF WAHBAH AL-ZUHAILY

NUR QOMARIYAH, 20210890203043 (2025) PUTUSAN NOMOR 1426/Pdt.G/2016/PA.GS TENTANG PERCERAIAN YANG DIPICU OLEH PERSELINGKUHAN DI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF WAHBAH AL-ZUHAILY. Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf - Cover Image

Download (351kB)
[thumbnail of 3. ABSTRAK.pdf] Text
3. ABSTRAK.pdf - Other

Download (267kB)
[thumbnail of 6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf] Text
6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (686kB)
[thumbnail of 13. FULL TEXT_S1_2025_SYARI'AH_HUKUM KELUARGA ISLAM_20210890203043_NUR QOMARIYAH.pdf] Text
13. FULL TEXT_S1_2025_SYARI'AH_HUKUM KELUARGA ISLAM_20210890203043_NUR QOMARIYAH.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Wahbah Al-Zuhaily terhadap putusan Pengadilan Agama Gresik Nomor 1426/Pdt.G/2016/PA.Gs mengenai perceraian yang dipicu oleh perselingkuhan di media sosial. Fenomena perselingkuhan dalam ruang digital menjadi tantangan baru dalam hukum keluarga islam, khususnya dalam menentukan validitas alasan perceraian. Dalam perkara ini, hakim mengabulkan gugatan perceraian suami terhadap istri yang terbukti menjalin hubungan tidak layak dengan pihak lain melalui media sosial. Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Putusan Pengadilan Agama Nomor 1426/Pdt.G/2016/PA.Gs (2) Bagaiamana Pandangan Wahbab Al-Zuhaily Terhadap Putusan Nomor 1426/Pdt.G/2016/PA.Gs Tentang Perceraian Yang di Picu Oleh Perselingkuhan di Media Sosial Perspektif Wahbah Al-Zuhaily.
Penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) dengan pendekatan normatif yuridis dengan metode analisis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui salinan putusan pengadilan dan mengkaji putusan pengadilan dan membandingkannya dengan pandangan fiqih Wahbah Al-Zuhaili, khususnya dalam karyanya “Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh”.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa menurut Wahbah Al-Zuhaily, perselingkuhan termasuk yang terjadi di media sosial dapat menjadi dasar perceraian jika telah menimbulkan keretakan rumah tangga dan tidak ada kemungkinan rujuk. Pandangan ini sejalan dengan pertimbangan hakim dalam putusan tersebut, yang menilai bahwa tindakan tergugat telah melanggar asas kesetiaan dalam pernikahan. Dengan demikian, keputusan hakim dinilai relevan secara hukum islam dan adaptif terhadap perkembangan zaman menurut perspektif Wahbah Al-Zuhaily. Alasan perceraian menurut UU Perkawinan 1974 yaitu: salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan, salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya, salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung, salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain, salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau istri, antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan lain akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Pendekatan ini memperkaya pemahaman hukum Islam kontemporer menghadapi dinamika sosial.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Peradilan Islam
Peradilan Islam > Perceraian
Agama > Zina
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Pustakawan UNKAFA
Date Deposited: 12 Nov 2025 06:26
Last Modified: 12 Nov 2025 06:26
URI: https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/477

Actions (login required)

View Item
View Item

Situs Slot

Link Slot

Situs Resmi Bisawd

slot thailand

Temukan Slot Gacor Hari Ini

Agen Slot Gacor