SABRINA SALWA HAYATI, 20210890334052 (2024) LARANGAN MAKAN DAN MINUM BERLEBIHAN PERSPEKTIF IBNU ASHUR (KAJIAN KITAB AL-TAHRIR WA AL-TANWIR). Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.
1. COVER SKRIPSI.pdf
Download (201kB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (226kB)
5. BAB I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (465kB)
6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (199kB)
FULL TEXT_S1_2025_USHULUDDIN_TAFSIR AL-QUR'AN_20210890334052_SABRINA SALWA HAYATI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Kata Kunci : makan berlebihan, Al-Qur’an, Ibnu Ashu>r.
Al-Qur’an tidak hanya mengatur kehalalan makanan, tetapi juga adab
dalam makan dan minum, seperti makan dengan tangan kanan, tidak tergesa-gesa,
dan tidak berlebihan. Fenomena mokbang yang menampilkan makan dalam
jumlah besar dan cara yang tidak sopan semakin marak di media sosial, termasuk
di Indonesia. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat membahayakan
kesehatan karena mendorong konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula
secara berlebihan. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menerapkan
etika makan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dari penelitian yang telah
dilakukan terdapat beberapa masalah, diantaranya;1.) Bagaimana penafsiran Ibnu
‘Ashu>r tentang ayat-ayat larangan makan berlebihan?, 2.) Bagaimana implikasi
ayat larangan larangan makan berlebihan dalam perspektif ibnu 'Ashu>r ?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pelaksanaannya,
metode yang diterapkan adalah tafsir tematik. Sumber utama yang dijadikan
rujukan adalah tafsir Al-Tah}ri>r Wa Al-Tanwi>r karya Ibnu 'Ashu>r, serta sejumlah
analisis dari mufasir lainnya. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian
kepustakaan (library research), yang menghasilkan data deskriptif berupa kata�kata, kalimat, atau informasi tertulis yang diperoleh dari berbagai referensi
literatur.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep berlebihan adalah segala
sesuatu yang melampaui batas wajar dan kecukupan dalam memenuhi keinginan.
Daging dan makanan berminyak disebutkan sebagai contoh yang tidak boleh
dikonsumsi berlebihan. Larangan makan berlebihan dalam Al-Qur'an bersifat
sebagai bimbingan, bukan pengharaman, sehingga tidak menimbulkan dosa
langsung. Namun, perilaku tersebut dapat menyebabkan berbagai dampak negatif
seperti penyakit, perbuatan tercela, pemborosan, dan ketamakan, yang tidak
disukai Allah karena Islam mengajarkan untuk menghindari segala bentuk
berlebihan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Agama > Tafsir Quran Tematik |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Ilmu Al Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Pustakawan UNKAFA |
| Date Deposited: | 08 Nov 2025 04:02 |
| Last Modified: | 08 Nov 2025 04:02 |
| URI: | https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/463 |

