TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PNGELOLAAN LAHAN PERTANIAN DI DUSUN KUWU DESA PENIDON KECAMATAN PLUMPANG

FIFIN KHOIRUL AENI, 20200890204052 (2024) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PNGELOLAAN LAHAN PERTANIAN DI DUSUN KUWU DESA PENIDON KECAMATAN PLUMPANG. Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.

[thumbnail of 1 COVER.pdf] Text
1 COVER.pdf - Cover Image

Download (76kB)
[thumbnail of 3 ABSTRAK.pdf] Text
3 ABSTRAK.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of FULL TEXT_S.1_SYARIAH_HUKUM EKONOMI SYARIAH_20200890204052_FIFIN KHOIRUL AENI.pdf] Text
FULL TEXT_S.1_SYARIAH_HUKUM EKONOMI SYARIAH_20200890204052_FIFIN KHOIRUL AENI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kata kunci: praktik, pengelolaan lahan pertanian, tinjuan hukum Islam
Mayoritas penduduk di Dusun Kuwu Desa Penidon adalah sebagai petani, namun tidak semua memiliki lahan sendiri. Mereka sering berkolaborasi dengan pemilik lahan untuk berbagi hasil panen. Persentase keuntungan yang diterima pun bervariasi, terkadang 8%, kadang 10%. Namun, terkadang ada ketidaksesuaian dalam pembagian hasil antara kedua belah pihak dan pemilik lahan biasanya tidak meminta bagian dari hasil panen.
Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana praktik Pengelolaan lahan pertanian? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik Pengelolaan lahan pertanian? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pengelolaan lahan pertanian dan untuk mengetahui tinjauan hukum islam terhadap praktik pengelolaan lahan pertanian.
Metode penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field reseach) atau pendekatan kualitatif, dengan metode ini, dapat mempermudah untuk mengupas beberapa permasalahan yang ada yakni dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara hingga dokumentasi baik itu tertulis maupun lewat berita-berita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara pemilik lahan dan penggarap bersifat lisan atau tidak tertulis, dan tidak ada saksi dan petani mendapatkan prosentase rendah karena pemilik lahan sudah menyediakan semua kebutuhan petani untuk lahan. Pada pandangan hukum Islam tentang praktik tersebut yang didalamnya menggunakan akad muzara’ah, dan kerjasama tersebut tidak sesuai dengan hukum Islam, karena pembagian hasilnya tidak sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian, dan jangka waktunya tidak sesuai dengan syarat akad muzara’ah dan akad tersebut batal, adapun galengan tersebut bisa disebut dengan hibah manfaat atau I’aroh karena hanya diambil manfaatnya saja dan tanahnya masih berstatus milik pemilik lahan tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Ekonomi > Pertanian
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Pustakawan UNKAFA
Date Deposited: 18 Mar 2025 03:38
Last Modified: 18 Mar 2025 03:38
URI: https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/365

Actions (login required)

View Item
View Item