HAK ASUH ANAK YANG JATUH KEPADA AYAH KANDUNG PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH IMAM AL-GHAZALI (Studi Putusan Pengadilan Nomor 2524/Pdt.G/2024/PA.Sda)

SITI NURJANNAH, 20210890203053 (2025) HAK ASUH ANAK YANG JATUH KEPADA AYAH KANDUNG PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH IMAM AL-GHAZALI (Studi Putusan Pengadilan Nomor 2524/Pdt.G/2024/PA.Sda). Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf - Cover Image

Download (167kB)
[thumbnail of 3. ABSTRAK.pdf] Text
3. ABSTRAK.pdf - Other

Download (162kB)
[thumbnail of 6. BAB II.pdf] Text
6. BAB II.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (338kB)
[thumbnail of 14. FULL TEXT_SYARI'AH_HUKUM KELUARGA ISLAM_20210890203053_SITI NURJANNAH.pdf] Text
14. FULL TEXT_SYARI'AH_HUKUM KELUARGA ISLAM_20210890203053_SITI NURJANNAH.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis Putusan Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor 2524/Pdt.G/2024/PA.Sda tentang penetapan hak asuh anak (hadhanah) kepada ayah kandung, dengan pendekatan yuridis dan perspektif maslahah mursalah Imam Al-Ghazali. Secara normatif, Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 105 menetapkan ibu sebagai pemegang hak asuh utama untuk anak belum mumayyiz (di bawah 12 tahun). Namun, dalam putusan ini, hakim memutuskan pengalihan hak asuh kepada ayah berdasarkan pertimbangan: (1) kelalaian ibu dalam pengasuhan (sikap kasar, meninggalkan anak, dan tidak memberikan perhatian) yang memenuhi kriteria keguguran hak asuh sesuai Pasal 49 UU Perkawinan; (2) prinsip the best interest of the child (UU No. 35 Tahun 2014) untuk menjamin kesejahteraan fisik, psikologis, dan spiritual anak.
Analisis maslahah mursalah menunjukkan bahwa putusan ini sejalan dengan hierarki kemaslahatan daruriyyah (primer), terutama dalam menjaga lima tujuan syariat (maqasid syari’ah): agama (hifdz ad-din), jiwa (hifdz an-nafs), akal (hifdz al-‘aql), keturunan (hifdz an-nasl), dan harta (hifdz al-mal). Keputusan hakim dinilai tepat karena memberikan manfaat (jalb al-manfa’ah) dengan melindungi anak dari madarat (daf’ al-madharrah) akibat pengasuhan ibu yang tidak memadai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan analisis dokumen putusan pengadilan. Hasilnya menegaskan fleksibilitas hukum Islam dalam menyesuaikan keputusan dengan konteks kemaslahatan, meskipun bertentangan dengan ketentuan normatif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam > Hak asuh anak
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Pustakawan UNKAFA
Date Deposited: 12 Nov 2025 07:21
Last Modified: 12 Nov 2025 07:21
URI: https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/482

Actions (login required)

View Item
View Item

Situs Slot

Link Slot

Situs Resmi Bisawd

slot thailand

Temukan Slot Gacor Hari Ini

Agen Slot Gacor