ALIMUL YAKIN, 20210890334006 (2025) PERDAMAIAN PERSPEKTIF BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR. Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.
1. COVER.pdf
Download (280kB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (348kB)
5. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (443kB)
6. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (254kB)
FULL TEXT_S1_2025_USHULUDDIN DAN DAKWAH_ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR_20210890334006_ ALIMUL YAKIN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kata Kunci: Perdamaian, Toleransi, Tafsir Tematik, Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar
Islam sebagai agama rahmat senantiasa mengajarkan pentingnya cinta,
persaudaraan, dan perdamaian dalam kehidupan umat manusia. Dalam konteks
sosial kontemporer yang penuh konflik dan perpecahan, nilai-nilai tersebut semakin
relevan untuk dikaji dan diamalkan. Buya Hamka sebagai salah satu mufasir besar
Indonesia memberikan perhatian besar terhadap tema perdamaian dalam karya
monumentalnya, Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan
untuk menggali makna cinta perdamaian menurut Buya Hamka, serta bagaimana
pandangannya dapat diterapkan dalam kehidupan sosial-politik masa kini.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Buya Hamka
menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perdamaian dalam Tafsir
Al-Azhar? (2) Bagaimana relevansi konsep perdamaian dalam tafsir tersebut dengan
kehidupan kontemporer? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui
pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis isi (content analysis). Data
primer berasal dari Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder berasal dari literatur
tafsir dan referensi akademik yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menafsirkan ayat-ayat
perdamaian seperti QS. Al-Hujurat [49]: 9–10, QS. Ali ‘Imran [3]: 103, dan QS.
Al-Mumtahanah [60]: 8 dengan pendekatan moral dan sosial yang menekankan
pentingnya ukhuwah, keadilan, dan kasih sayang. Ia menggarisbawahi bahwa cinta
dan perdamaian bukan hanya nilai spiritual, tetapi juga merupakan landasan etis
bagi relasi sosial. Dalam konteks kontemporer, pandangan Buya Hamka sangat
relevan sebagai solusi atas berbagai konflik antarindividu, antargolongan, hingga
dalam rumah tangga. Konsep cinta perdamaian menurutnya mampu membentuk
karakter individu dan masyarakat yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada
kesejahteraan bersama.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Perdamaian Agama > Tafsir Quran Tematik |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Ilmu Al Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Pustakawan UNKAFA |
| Date Deposited: | 08 Nov 2025 04:52 |
| Last Modified: | 08 Nov 2025 04:52 |
| URI: | https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/468 |

