UMMI FADHILAH, 20210890334062 (2025) EGOSENTRIS DALAM KISAH QARUN PERSPEKTIF MUHAMMAD MUTAWALLI AL-SHA'RAWI (kajian tafsir tematik). Other thesis, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik.
1. COVER.pdf
Download (204kB)
3. ABSTRAK.pdf
Download (201kB)
6. BAB II KAJIAN TEORI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (557kB)
13. FULL TEXT_S1_2025_USHULUDDIN DAN DAKWAH_ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR_20210890334062_UMMI FADHILAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Kata Kunci: Egosentris, Qa>ru>n , Tafsir al-Sha’rawi, Al-Qur’an.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena egosentris
dalam kehidupan sosial modern, seperti sikap mementingkan diri sendiri,
kesombongan, kurangnya empati, ketidakmampuan untuk mendengarkan
perspektif orang lain, serta sikap tidak terbuka terhadap kritik menjadi masalah
yang merusak tatanan sosial dan spiritual. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam
telah banyak mengingatkan umat manusia tentang bahaya sifat-sifat tersebut
melalui kisah-kisah yang sarat makna, salah satunya adalah kisah Qa>ru>n. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Muhammad Mutawalli> al- Sha’ra>wi>
terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan egosentris melalui kisah Qa>ru>n, serta
menganalisis bahaya dari dampak negatif sifat egosentris terhadap kehidupan
masyarakat modern saat ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
pustaka (library research) dan analisis tafsir tematik. Sumber utama yang digunakan
adalah kitab tafsir karya Muhammad Mutawalli> al- Sha’ra>wi>, khususnya yang
menyoroti kisah Qa>ru>n, serta literatur pendukung dari bidang psikologi dan etika
Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis, dipadukan dengan teori
kepribadian dan konsep jiwa menurut al-Ghazali, guna memperluas sudut pandang
spiritual dan psikologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Mutawalli> al- Sha’ra>wi>
memandang Qa>ru>n sebagai representasi manusia yang terjebak dalam dominasi
nafs al-ammarah bi al-su’, serta diliputi oleh kibr, ujub, ghurur. Kondisi ini
mencerminkan kegagalannya dalam proses tazkiyatun nafs dan menunjukkan
ketidakseimbangan dalam pandangan hidup. Qa>ru>n menolak nasihat dan
kebenaran, serta meyakini bahwa kesuksesannya adalah hasil mutlak dari usaha dan
kecerdasannya, tanpa menyadari bahwa semua itu adalah karunia Allah SWT. Sifat
egosentris tersebut mengakibatkan keterasingan sosial dan berujung pada
kehancuran moral serta fisik. Al-Sha’ra>wi> menekankan bahwa sikap tawadhu’,
empati, dan kesadaran akan keterbatasan manusia merupakan solusi utama dalam
menangkal egosentris. Tafsir beliau sangat relevan dengan realitas masyarakat
modern yang cenderung mengejar pengakuan dan kekuasaan tanpa
mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, penelitian ini
memberikan kontribusi penting dalam memperkuat kembali nilai-nilai sosial Islam
yang berlandaskan pada kerendahan hati, kepedulian, dan kesadaran spiritual, untuk
menciptakan masyarakat yang harmonis dan beradab.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Psikologi Islam Agama > Tafsir Quran Tematik |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Ilmu Al Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Pustakawan UNKAFA |
| Date Deposited: | 23 Oct 2025 05:55 |
| Last Modified: | 23 Oct 2025 05:55 |
| URI: | https://repository.unkafa.ac.id/id/eprint/460 |

